Bagaimana menggunakan matriks ini?
Matriks disusun berdasarkan dua kondisi utama. Pertama, tentukan kondisi penghasilan suami. Kedua, cocokkan dengan kondisi penghasilan istri. Setelah itu, lihat PTKP yang tercantum pada kolom PTKP-KK, PTKP Suami, PTKP Istri, dan PTKP Gabungan.
Gunakan filter kondisi suami dan istri di bawah. Jika ingin melihat matriks lengkap seperti pada dokumen sumber, biarkan kedua pilihan pada posisi Semua kondisi.
Matriks PTKP Suami-Istri
Tabel berikut merupakan penataan ulang matriks pada dokumen sumber agar lebih mudah dibaca pada website. Urutan kondisi dan isi setiap kolom dipertahankan sesuai matriks sumber.
| Suami | Istri | PTKP - KK | PTKP (untuk penghitungan angsuran PPh Ps. 25 dan lampiran PH/MT) | ||
|---|---|---|---|---|---|
| PTKP Suami | PTKP Istri | PTKP Gabungan | |||
| Tidak berpenghasilan | Penghasilan dari satu pemberi kerja | K/Tanggungan | Tidak diberikan PTKP (-/-) | K/Tanggungan | K/Tanggungan |
| Tidak berpenghasilan | Penghasilan dari > 1 pemberi kerja | K/Tanggungan | Tidak diberikan PTKP (-/-) | K/Tanggungan | K/Tanggungan |
| Tidak berpenghasilan | Penghasilan dari usaha yang dikenai PPh tidak final atau pekerjaan bebas | K/Tanggungan | Tidak diberikan PTKP (-/-) | K/Tanggungan | K/Tanggungan |
| Tidak berpenghasilan | Penghasilan dari usaha yang dikenai PPh final/tidak berpenghasilan | Tidak diberikan PTKP (-/-) | Tidak diberikan PTKP (-/-) | Tidak diberikan PTKP (-/-) | Tidak diberikan PTKP (-/-) |
| Penghasilan dikenai PPh tidak final | Penghasilan dari satu pemberi kerja | K/Tanggungan | K/Tanggungan | TK/0 | K/I/Tanggungan |
| Penghasilan dikenai PPh tidak final | Penghasilan dari > 1 pemberi kerja | K/I/Tanggungan | K/Tanggungan | TK/0 | K/I/Tanggungan |
| Penghasilan dikenai PPh tidak final | Penghasilan dari usaha yang dikenai PPh tidak final atau pekerjaan bebas | K/I/Tanggungan | K/Tanggungan | TK/0 | K/I/Tanggungan |
| Penghasilan dikenai PPh tidak final | Penghasilan dari usaha yang dikenai PPh final/tidak berpenghasilan | K/Tanggungan | K/Tanggungan | Tidak diberikan PTKP (-/-) | K/Tanggungan |
| Penghasilan dari usaha yang dikenai PPh final | Penghasilan dari satu pemberi kerja | Tidak diberikan PTKP (-/-) | Tidak diberikan PTKP (-/-) | TK/0 | TK/0 |
| Penghasilan dari usaha yang dikenai PPh final | Penghasilan dari > 1 pemberi kerja | TK/0 | Tidak diberikan PTKP (-/-) | TK/0 | TK/0 |
| Penghasilan dari usaha yang dikenai PPh final | Penghasilan dari usaha yang dikenai PPh tidak final atau pekerjaan bebas | TK/0 | Tidak diberikan PTKP (-/-) | TK/0 | TK/0 |
| Penghasilan dari usaha yang dikenai PPh final | Penghasilan dari usaha yang dikenai PPh final/tidak berpenghasilan | Tidak diberikan PTKP (-/-) | Tidak diberikan PTKP (-/-) | Tidak diberikan PTKP (-/-) | Tidak diberikan PTKP (-/-) |
Cara membaca hasil PTKP
Setelah menemukan baris yang sesuai, baca kolom dari kiri ke kanan. Kolom PTKP - KK menunjukkan isi matriks untuk kondisi KK. Tiga kolom berikutnya berada di bawah kelompok PTKP untuk penghitungan angsuran PPh Pasal 25 dan lampiran PH/MT, yaitu PTKP Suami, PTKP Istri, dan PTKP Gabungan.
Sumber Dokumen
- Nomor
- ND-383/PJ.02/2026
- Tanggal
- 6 April 2026
Judul lampiran: Matriks Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Bagi Suami-Istri baik yang Pemenuhan Hak dan Kewajiban Pajak Penghasilan dilakukan oleh Kepala Keluarga (KK) maupun dilakukan oleh Masing-Masing Suami-Istri (PH/MT).
Artikel ini menata ulang tabel pada dokumen sumber untuk kebutuhan tampilan website. Materi pada halaman ini tidak menggantikan dokumen sumber.